Mungkin kita sudah mengenali kata depresi, tetapi apa penyebab terjadinya depresi dan bagaimana cara mengatasinya.
Depresi adalah sinonim dengan perasaan sedih, murung, kesal, tidak
bahagia, dan menderita. Orang pada umumnya menggunakan istilah depresi
untuk merujuk pada keadaan yang melibatkan kesedihan, rasa kesal, rasa
tidak punya harga diri, tidak bertenaga, dan lain-lain. Ada dua macam
depresi, yaitu depresi ringan dan berat (menetap).
Depresi ringan datang dan pergi dengan sendirinya, ditandai dengan hati yang berat, sedih, dan murung. Depresi
berat dicirikan oleh perasaan tidak berguna atau bersalah serta sering
disertai gejala fisik seperti turun berat badan, sakit kepala, hingga
tidak enak badan. Penderita depresi berat cenderung untuk menarik diri,
tidak peduli pada lingkungan sekitar, serta aktivitas fisik yang
terbatas.
Salah satu gejala depresi adalah pikiran dan gerakan motorik yang serba
lamban (retardasi psikomotorik). Fungsi kognitif seperti, mengingat,
belajar, berpikir menjadi terganggu. Sehingga baik dalam proses belajar
pada murid dan bekerja pada orang dewasa akan menurun kualitasnya.
Sebab Terjadinya Depresi
Perlu untuk mengetahui sebab-sebab terjadinya depresi. Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan depresi, yaitu:
Pertama, kejadian menyedihkan. Seperti kematian seseorang yang
dicintai yang bisa berlanjut depresi. Masa duka adalah sebagian penting
dari proses penyesuaian diri terhadap suatu kehilangan. Depresi ini
sering disebut dengan depresi reaktif.
Kedua, stres biasa. Stres merupakan suatu reaksi fisik dan
emosional terhadap suatu keadaan yang menekan, menuntut, atau
membebani. Depresi akibat stres biasanya dipacu oleh ketegangan, baik
dirumah, sekolah, kantor atau tempat sosial lainnya.
Ketiga, hal ini khusus wanita. Depresi juga bisa muncul di hari
menjelang haid, karena itu disebut dengan depresi pra haid. Gangguan
bervariasi dan merupakan kejadian umum. Hal ini bersamaan dengan
munculnya sikap mudah jengkel, kasar, serta gejala fisik kenaikan berat
badan, sakit kepala, dan perut mual.
Keempat, penyakit akibat infeksi. Penyakit yang diakibatkan oleh infeksi sering diikuti dengan masa-masa depresi.
Dari sekian penjelasan mengenai sebab-sebab timbulnya depresi, lalu bagaimana cara mengatasinya?
Tidak enak jika kita murung terus-terusan bukan? Jika penyebabnya
adalah kejadian yang menyedihkan, maka jangan terlalu berharap bahwa
kepulihan akan datang dalam beberapa hari.
Perlu waktu untuk bisa lepas dari depresi. Berbincang-bincang pada
ustadz mengenai takdir dan hikmah dibalik semua kejadian ini bisa
membantu. Jika parah, maka pergilah kedokter. Penderita akan diberikan
obat antidepresan semacam obat penenang.
Bisa juga mengunjungi pengobatan psikologis. Suatu cara yang dilakukan
oleh terapis yang mendorong untuk membicarakan perasaan dan kecemasan
penderita, dan dapat memberikan bantuan penanganan dan nasehat.
Jika penyebabnya adalah stres biasa, maka cobalah batasi stres tersebut
sekecil mungkin dengan sedapat mungkin menghindari perubahan besar
pada hidup anda. Cobalah berbagi dengan orang-orang terdekat anda dan
cara menangani masalah stres anda. Sediakan waktu sejenak setiap hari
untuk relaksasi mengalihkan ketegangan dan kecemasan.
Khusus untuk depresi prahaid, dokter biasanya akan memberikan pyridoxine (vitamin
B6) setiap hari. Jika depresi akibat infeksi, maka jangan terlalu
tergesa-gesa kembali ke jadwal sehari-hari setelah sakit. Jaga makan
yang cukup dan tidur yang cukup untuk mempercepat pemulihan.
Perlu diketahui bahwa peran keluarga dan lingkungan sekitar juga ikut
mempengaruhi kesembuhan akibat depresi. Jika penderita selalu
diingatkan bahwa kita selalu peduli pada mereka, maka ini akan
mengurangi dampak depresi seperti perasaan terisolasi (terasingkan),
misalnya. Sehingga diharapkan nantinya penderita akan termotivasi untuk
bisa pulih kembali.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar