Cinta adalah tentang mempercayai diri
sendiri jauh sebelum mempercayai orang lain. Percaya adalah perasaan
aman di dalam alam semesta. Percaya adalah merasa aman tentang diri
sendiri dalam hubungannya dengan hari esok.
Hingga
kita dapat mempercayai, kita tidak dapat mencinta. Hingga kita bisa
percaya pada diri sendiri, percaya bahwa kita hidup harmonis dengan
dunia, kita tidak dapat mencintai diri sendiri. Hingga kita mencintai
diri sendiri, kita tidak akan pernah tahu mencintai orang lain.
Mempercayai
itu membutuhkan keyakinan. Mempercayai berarti melepaskan kendali yang
menyebabkan kita menipu diri kita sendiri untuk memikirkan apa yang kita
miliki.
Mencintai
sesama berarti menjadi terbuka dan rawan diserang oleh orang lain,
sampai kemudian menyadari bahwa kita tidak peduli apapun yang terjadi
dalam hubungan tersebut, dan kita tidak akan kehilangan diri kita
sendiri. Sehingga jika hubungan itu tidak lagi ada, kita tidak ikut
menghilang karenanya. Artinya, berhubungan tanpa kehilangan. Ketakutan
akan kehilangan inilah yang menjauhkan kita dari kebersamaan. Dan
kekurangpercayaan pada diri sendiri itulah yang menjadi pusat rasa takut
yang membawa kita menjadi kurang percaya. Ingatlah bahwa hidup ini
adalah milik Allah, dan akan kembali pada Allah, Sang Pencipta kita.
...(K)edamaian hanya dapat diciptakan oleh mereka yang merasa damai
dan cinta hanya dapat ditunjukkan oleh mereka yang mencinta.
Tidak ada sebentuk cinta yang terbebas dari rasa bersalah,
takut, atau kehampaan hati,
seperti juga tidak ada rencana yang benar untuk masa depan dapat tercipta
oleh mereka yang merasa tidak mampu hidup saat ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar