
Sekali lagi, untuk kesekian kalinya, hanya terdiam, seakan tak memiliki
daya untuk melakukan apa yang seharusnya aku lakukan...
Memulai pemikiran baru, dengan semua kesempatan yang diberikan-Nya
hingga detik ini, menyadari kenyataan, serta harapan yang ada, sedikit
demi sedikit, perlahan mulai terasa, mungkin ada beberapa yang dirasa
tak sesuai, ada penolakan dalam proses yang berlangsung hingga saat
ini...
Prasangka, wahai kau prasangka milik ku, berbaiklah dengan hati dan
kenyataan yang ada, semua itu pasti diadilkan oleh-Nya, karena setiap
yang diusahakan pastilah memiliki niatan awal dan tujuan serta do'a yang
terpanjatkan kepada-Nya, diri ini hanya manusia biasa yang tak lepas
dari dosa, masih banyak kotor hati yang membuat jiwa ini berprasangka
tak sesuai dengan kebaikan kehidupan, namun terlepas dari itu semua,
kisah hidup yang telah dilalui menjadi mentor jiwa untuk memahami apa
yang seharusnya dilakukan, karena rasa dan hasil yang ada itu adalah
pilihan dalam ke-positif-an atau ke-negatif-an kehidupan... khusnudzon,
langkah awal dapati kesesuaian serta kelayakan baik dari takdir-Nya...
Tuhan lah yang menyadarkan ku, tak bersuara namun dapat ku dengar,
tak tampak namun seakan mampu ku melihat, tak berwujud namun ku rasakan
hadir-Nya, karena Tuhan ku ada di hati ku, selalu bersama ku, melihat
apa yang aku lakukan dan perbuat, mendengar setiap ucap bibir bahkan
niatan (bahasa/suara) hati ku, lantas apa yang bisa aku sembunyikan?
Sama sekali tidak ada yang tidak diketahui oleh-Nya...
Saat ku belum mampu sesuai dengan keterbaikan, semoga masih ada
waktu yang cukup untuk menyeimbangkan kehidupan, dan berujung pada ridho
dan ikhlas-Nya akan keduniawian ku yang telah terjadi...
... bersama rasa, ku ungkap kata...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar